Brian McKnight ungkap fakta unik tentang perjalanan cintanya di atas panggung Balai Sarbini, Jakarta Selatan. Penyanyi R&B legendaris asal Amerika Serikat ini tampil memukau dalam konser bertajuk “An Evening with Brian McKnight” pada Jumat (16/1/2026) malam.
Momen yang paling mencuri perhatian terjadi ketika Brian membuka hatinya di hadapan ribuan penonton. Pria berusia 56 tahun itu mengaku dulunya tidak percaya pada konsep cinta sejati seperti yang sering di gambarkan dalam film dan lagu-lagu romantis.
“Saya dulu tidak benar-benar percaya pada cinta seperti yang sering di gambarkan di film atau lagu,” ungkap Brian McKnight di atas panggung.
Skeptis Terhadap Konsep Cinta Abadi
Pengakuan tersebut tentu mengejutkan banyak penonton yang hadir. Pasalnya, Brian McKnight di kenal sebagai pencipta lagu-lagu cinta yang menyentuh hati selama lebih dari tiga dekade berkarier.
Ironisnya, pria yang melahirkan hits romantis seperti “One Last Cry” dan “Back at One” ini justru meragukan keberadaan cinta sejati di masa mudanya. Brian menjelaskan alasan di balik skeptisisme tersebut.
“Saat itu saya masih sangat muda. Ide bahwa Anda akan jatuh cinta dan menghabiskan sisa hidup hanya dengan satu orang saja selama 50 atau 60 tahun, setidaknya di Amerika Serikat, tampaknya sangat tidak masuk akal,” jelas Brian kepada penonton.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa di awal kariernya, Brian hanya menulis lagu yang ingin di dengar orang. Ia menciptakan lirik-lirik romantis tanpa benar-benar merasakan makna di balik kata-kata tersebut.
Pertemuan dengan Leilani Mengubah Segalanya
Pandangan Brian terhadap cinta berubah drastis lebih dari satu dekade lalu. Perubahan itu terjadi ketika ia bertemu dengan wanita yang kini menjadi istrinya, Leilani Malia Mendoza.
Pertemuan tersebut membawa perubahan besar dalam kehidupan sang penyanyi. Brian mengaku Leilani mengubah seluruh aspek hidupnya secara fundamental.
“Ia mengubah cara saya berpikir, berjalan, berbicara, menulis, bernyanyi, dan menjalani hidup,” ungkap Brian dengan penuh perasaan.
Penyanyi kelahiran Buffalo, New York 5 Juni 1969 itu menegaskan bahwa dirinya kini menjadi pribadi yang jauh lebih baik. Transformasi tersebut terjadi berkat kehadiran Leilani di hidupnya.
Penghormatan Khusus untuk Sang Istri
Sebagai penutup pengakuannya yang mengharukan, Brian McKnight memberikan penghormatan khusus kepada sang istri yang turut hadir malam itu. Leilani menjadi inspirasi terbesar Brian dalam berkarya.
“Pria yang Anda lihat di depan Anda sekarang akhirnya menjadi pria yang baik. Saya hanya bisa menjadi pria sebaik ini karena wanita luar biasa itu,” kata Brian.
Kemudian dengan penuh ketulusan, Brian menyampaikan kalimat manis yang membuat penonton bersorak. Pernyataan tersebut di tujukan langsung kepada istrinya.
“Mrs. Leilani McKnight, kamu benar-benar segalanya bagiku,” pungkas Brian sebelum melanjutkan penampilannya.
Sejurus kemudian, Brian membawakan lagu “Everything” yang memang di persembahkan khusus untuk sang istri. Momen tersebut menjadi salah satu puncak emosional dalam konser malam itu.
Brian McKnight Menangis di Atas Panggung
Yang mencuri perhatian adalah di akhir bait lagu “Everything”, Brian tampak mengusap mata yang membasahi pipinya. Penyanyi legendaris itu tidak kuasa menahan air matanya.
Suasana haru semakin terasa ketika Brian mempersembahkan lagu “One Last Cry” di menit-menit terakhir sebelum konser berakhir. Mata Brian berkaca-kaca saat menyanyikan lagu tersebut.
Air matanya semakin tak tertahankan dan akhirnya menetes ketika para penonton kompak bernyanyi bersama. Momen tersebut menjadi salah satu kejadian paling emosional sepanjang konser berlangsung.
Penonton yang hadir turut terhanyut dalam suasana penuh emosi tersebut. Banyak yang ikut meneteskan air mata menyaksikan ketulusan Brian di atas panggung.
Lagu Spesial untuk Istri dan Anak
Di sela-sela penampilannya, Brian McKnight juga membawakan lagu spesial yang di tujukan untuk istri dan anaknya. Ia menyanyikan “My Legacy” untuk putranya, Brian Kainoa Makoa Jr.
Lagu tersebut merupakan bagian dari album “McKnighttime Lullabies” yang di rilis pada 20 Oktober 2023. Brian menulis lagu itu sebagai ungkapan cinta kepada buah hatinya.
Dalam kunjungannya ke Indonesia kali ini, Brian juga memboyong istri dan putra mereka yang baru berusia sekitar 21 bulan. Keluarga kecil tersebut menemani Brian selama tur konsernya.
Perjalanan Cinta Brian dan Leilani
Brian McKnight dan Leilani Malia Mendoza memulai hubungan mereka pada 2014. Keduanya langsung merasakan kecocokan yang luar biasa sejak pertemuan pertama.
Tiga tahun kemudian tepatnya pada Mei 2017, Brian memberanikan diri untuk melamar Leilani. Ia membagikan momen bahagia tersebut di akun media sosialnya.
“Dia bilang iya! Butuh waktu 42 tahun bagi saya untuk menemukannya dan saya tidak akan pernah melepaskannya,” tulis Brian saat mengumumkan pertunangan mereka.
Pasangan tersebut kemudian menikah pada malam Tahun Baru 29 Desember 2017 di Oheka Castle, New York. Pesta pernikahan intim itu hanya di hadiri orang-orang terdekat mereka.
Pernikahan Romantis di Oheka Castle
Leilani tampil anggun menggunakan gaun pernikahan transparan bertabur 50 ribu kristal Swarovski karya desainer Sabrina & Mannings. Penampilannya sangat memukau di hari spesial tersebut.
Sementara Brian yang saat itu berusia 48 tahun tampak gagah menggunakan setelan jas hitam dengan dasi kupu-kupu. Keduanya memancarkan kebahagiaan yang luar biasa.
Pernikahan ini menjadi yang kedua bagi Brian. Sebelumnya ia pernah menikah dengan Julie McKnight dari tahun 1990 hingga 2003 dan memiliki dua putra, Brian Jr dan Niko.
Leilani sendiri membawa dua anak dari pernikahan sebelumnya ke dalam hubungan mereka, yaitu putra bernama Jack dan putri bernama Julia. Brian menjadi ayah tiri yang sangat menyayangi mereka.
Kehadiran Brian Kainoa Makoa Jr
Pada Januari 2023, kebahagiaan Brian dan Leilani semakin lengkap dengan kelahiran putra mereka, Brian Kainoa Makoa Jr. Bayi laki-laki tersebut menjadi buah cinta mereka.
“Anugerah terbesar dari Tuhan, putra kami ada di sini. Kami sangat jatuh cinta,” tulis pasangan tersebut di Instagram saat mengumumkan kelahiran Brian Kainoa.
Kehadiran sang buah hati menjadi momen spesial bagi keduanya. Terlebih sebelumnya pada Mei 2022, mereka sempat kehilangan bayi yang di beri nama Kekoa Matteo.
Brian menyebut momen kehilangan tersebut sebagai yang terberat dalam hidupnya bersama Leilani. Namun kehadiran Brian Kainoa membawa kebahagiaan baru bagi keluarga kecil mereka.
Penampilan Memukau di Balai Sarbini
Konser “An Evening with Brian McKnight” di Balai Sarbini berlangsung sangat spesial. Brian mengawali pertunjukan dengan aksi solo gitar listrik sambil melantunkan lagu “Super Hero.”
Di dukung euforia panggung yang megah dan vokal memikat, penampilan pembuka Brian di sambut riuh tepuk tangan serta teriakan histeris para penonton. Antusiasme penggemar sangat tinggi sejak awal konser.
Sekitar 20 lagu di bawakan Brian dalam konser tunggalnya kali ini. Beberapa di antaranya adalah “Anytime”, “The Only One for Me”, “Forever”, “Still in Love”, dan “Back at One”.
Para penonton ikut bernyanyi bersama membentuk harmoni yang indah. Terutama saat lagu “Back at One” dan “My Kinda Girl” bergema di seluruh penjuru venue.
Ucapan Terima Kasih untuk Penggemar
Brian McKnight tak lupa menyapa para penggemar di tengah pertunjukan. Ia terharu sekaligus berterima kasih karena penonton memilih menghabiskan malam Jumat bersamanya.
“Saya sangat sadar bahwa kalian memiliki banyak sekali pilihan hiburan untuk malam Jumat kalian. Namun, kalian memilih menghabiskan malam Jumat itu di sini bersama saya,” ungkap Brian.
Ia kemudian mengucapkan terima kasih berkali-kali kepada penonton yang hadir. Ketulusan Brian dalam mengapresiasi penggemarnya sangat terasa di setiap kata yang di ucapkannya.
“Saya ucapkan terima kasih, terima kasih, terima kasih. Terima kasih banyak,” tambah Brian dengan penuh emosi.
34 Tahun Menghibur dengan Lagu Cinta
Brian McKnight menegaskan bahwa konser malam itu merupakan bentuk apresiasi atas kesetiaan para penggemar selama puluhan tahun. Ia merasa bersyukur masih bisa berkarya hingga kini.
“Selama 34 tahun terakhir, saya telah menghibur kalian dengan lagu-lagu cinta saya, dan itulah yang akan kita lakukan malam ini,” ungkapnya.
Di sela pertunjukan, Brian juga berbagi fakta menarik tentang perjalanan kariernya. Sepanjang berkarier, ia telah merilis 20 album studio yang sebagian besar berisi lagu-lagu romantis.
Yang lebih mengejutkan, 98 persen dari seluruh karya tersebut di tulis oleh Brian sendiri. Tak hanya sebagai penulis lagu, ia juga memainkan instrumen serta menyanyikan seluruh lagu secara mandiri.
Profil Brian McKnight Si Legenda R&B
Brian Kainoa Makoa McKnight Sr lahir pada 5 Juni 1969 di Buffalo, New York. Ia tumbuh di Orlando, Florida setelah keluarganya pindah ketika Brian berusia sekitar 10 tahun.
Pengenalan Brian terhadap musik di mulai saat bergabung dengan paduan suara gereja yang disutradarai oleh kakeknya. Ia kemudian belajar memainkan berbagai instrumen musik secara otodidak.
Pada usia 19 tahun, Brian menandatangani kontrak rekaman pertamanya dengan Wing Records, anak perusahaan Mercury Records. Album debutnya “Brian McKnight” di rilis pada 1992.
Album tersebut memuncak di peringkat 58 di tangga lagu Billboard 200. Lagu andalannya “One Last Cry” menjadi hit pertama yang menembus posisi 13 di Billboard Hot 100.
Karir Gemilang Selama Tiga Dekade
Setelah debut yang sukses, Brian merilis album “I Remember You” pada 1995 dan “Anytime” pada 1997. Album “Anytime” terjual lebih dari dua juta kopi dan di nominasikan untuk Grammy Award.
Selain berkarier solo, Brian juga di kenal lewat duet dengan berbagai penyanyi ternama. Ia pernah berkolaborasi dengan Vanessa Williams untuk lagu “Love Is” yang menembus posisi tiga di Billboard Hot 100.
Brian juga berduet dengan Mariah Carey dalam lagu “Whenever You Call.” Dalam konser Jakarta kali ini, lagu tersebut dinyanyikan bersama penyanyi Indonesia Dira Sugandi.
Hingga kini, Brian McKnight telah meraih 16 nominasi Grammy Award sepanjang karirnya. Ia dikenal sebagai salah satu ikon R&B dunia dengan karya-karya yang lembut, jujur, dan penuh perasaan.
Multi-Instrumentalis Berbakat
Selain dikenal sebagai penyanyi, Brian McKnight juga merupakan musisi yang sangat berbakat. Ia menguasai sembilan instrumen musik dengan sangat baik.
Kemampuan tersebut membuatnya dijuluki sebagai “paket komplit” di industri musik. Brian menulis lagu, memproduksi, memainkan instrumen, dan menyanyikan sendiri karya-karyanya.
Lagu-lagunya kerap menjadi soundtrack momen-momen romantis di berbagai film dan acara televisi. Ia juga pernah merekam lagu “Remember the Magic” untuk perayaan ulang tahun ke-25 Walt Disney World pada 1997.
Pada 2021, Brian berpartisipasi dalam acara “The Masked Dancer” dengan karakter “Cricket.” Penampilan tersebut menunjukkan sisi lain dari sang legenda R&B yang penuh kejutan.
Reaksi Penonton di Jakarta
Salah satu penonton bernama Fania mengaku sudah lama menantikan penampilan Brian McKnight secara langsung. Ia sangat antusias menyaksikan idolanya di atas panggung.
“Saya menantikan lagu ‘One Last Cry’,” ujar Fania dengan penuh semangat sebelum konser dimulai.
Penonton lainnya bernama Dina menyebut lagu “Home” sebagai penampilan yang paling dinantikannya. Namun ia merasa durasi konser terasa singkat karena beberapa lagu dibawakan dalam bentuk medley.
Meskipun demikian, secara keseluruhan penonton merasa puas dengan penampilan Brian. Suara emas dan kharisma panggungnya masih sangat memukau meski usianya sudah menginjak 56 tahun.
Penutup Konser yang Mengharukan
Sebelum menutup pertunjukannya dengan lagu “Home”, Brian mengucapkan beberapa kalimat sederhana dalam bahasa Indonesia. Hal tersebut membuat penonton semakin terharu.
“Aku cinta kalian,” ucap Brian dalam bahasa Indonesia yang disambut teriakan riuh penonton.
Penampilan Brian McKnight kali ini berhasil mempertemukan lagu-lagu lama dengan pendengar lintas generasi. Konser tersebut menjadi momen nostalgia sekaligus perayaan cinta dalam balutan musik berkualitas.
Brian sebelumnya pernah tampil di Indonesia pada konser “Heart & Soul Live in Jakarta 2025.” Kembalinya ia ke Jakarta membuktikan besarnya antusiasme penggemar Indonesia terhadap musik R&B.
Dira Sugandi Tampil sebagai Opening Act
Konser Brian McKnight kali ini juga dimeriahkan oleh penyanyi Indonesia Dira Sugandi sebagai opening act. Dira membawakan beberapa lagu sebelum Brian naik ke panggung.
Dira juga berduet dengan Brian dalam lagu “Whenever You Call” yang merupakan kolaborasi Brian dengan Mariah Carey. Penampilan mereka sangat apik dan memukau penonton.
Konser ini dipersembahkan oleh FolagoPro bekerja sama dengan Color Asia Live. Format intimate concert yang dipilih menawarkan suasana lebih personal dan dekat dengan penonton.
Tiket konser tersedia dalam empat kategori mulai dari Silver (Rp1.100.000), Gold (Rp1.800.000), VIP (Rp2.450.000), hingga VVIP (Rp2.900.000). Pemegang tiket VVIP mendapatkan berbagai benefit eksklusif termasuk meet and greet.